SOULFULL KISSES


BIBIR DAN CIUMAN UNTUK KEHIDUPAN

Bibir. Itulah salah satu organ tubuh di wajah kita yang sangat penting Tidak hanya kare-na perannya dalam proses produksi perangkat simbol manusia yang bernama bahasa, tetapi -lebih dari itu- adalah karena dengan bibir manusia mengekspresikan perasaan kasih-sayangnya, cintanya kepada sesuatu. Yakni, melalui ciuman. Bibir dan ciuman ba-gaikan dua sisi dari matauang yang sama. Keduanya juga saling menguatkan. Melalui bibir sebuah ciuman menjadi lebih berarti, dan melalui ciuman pula sebuah bibir menjadi lebih berarti. Seorang ibu menyatakan kasih-sayangnya kepada anak dengan ciuman sayang lewat bibirnya. Seseorang menyatakan cintanya kepada kekasih dengan ciuman cinta melalui bibirnya. Itulah antara lain makna bibir dalam kehidupan manusia...

Namun bagi Guh S.Mana, makna bibir lebih dari itu. Di matanya, bibir itu bagaikan jari tangan dan kaki. Jari tangan dan kaki memiliki sidik. Demikian pula bibir. Ada sidik bibir, ada cap bibir. Akan tetapi bibir juga berbeda dengan jari tangan dan kaki, karena bibir tidak dapat dipertemukan dengan bibir setiap orang, sedang jari tangan dan kaki boleh dipertemukan dengan jari tangan dan kaki siapapun, seperti ketika kita bersalaman. Ke-dudukan istimewa bibir inilah yang rupanya telah membuat Guh tertarik untuk meman-faatkannya sebagai sarana untuk melukis.

Kalau pelukis Affandi pernah memanfaatkan jari-jemarinya untuk mengekspresikan ga-gasan dan perasaannya di atas kanvas, sehingga lukisan-lukisannya tampak lebih eks-presif, Guh kini mencoba untuk menggunakan bibirnya. Sebuah penjelajahan cara ber-kesenian yang tampaknya belum ada duanya di kalangan para pelukis. Lebih dari itu, lu-kisan-lukisan yang dihadirkan bukanlah lukisan hasil mengoleskan warna dengan meng-gunakan bibir, tetapi lukisan yang terbentuk oleh bekas-bekas ciuman dengan menggu-nakan bibir. Tidak salah jika Guh memilih judul “Soulfull of kisses”, “Ciuman Sepenuh Jiwa” untuk kumpulan lukisannya kali ini.

Penjelajahan cara berkesenian ini menjadi terasa begitu istimewa di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang terasa semakin menipis rasa kasih-sayangnya terhadap se-sama dan alam yang menghidupi mereka. Melalui karya-karyanya kali ini Guh mengajak kita untuk melukis dan menghiasi kehidupan dengan segenap jiwa dan raga kita, melalui ciuman sejuta rasa…


Heddy Shri Ahimsa-Putra
Antropologi Budaya

1 komentar:

{ lathzan } at: 4 Maret 2011 pukul 16.27 mengatakan...

waaaaaaaaaaaaaaw kereeeeeeeeeeeen

Posting Komentar

 

Pengikut

 

© 2010 GUH S MANA